Menikmati Sunset Di Watugupit Paralayang

Menikmati Sunset Di Watugupit Paralayang

Jogjakarta adalah destinasi istimewa bagi para penikmat dan pemburu matahari terbit dan terbenam. Ada banyak spot menarik yang menyuguhkan pemandangan matahari terbenam yang spektakuler dan tak terlupakan. Salah satu spot yang lagi nge-hits tersebut adalah menyaksikan matahari terbenam di Bukit Paralayang yang berlokasi di atas tebing tak jauh dari Pantai Parangtritis yang mahsyur itu. Bukit Paralayang ini sebelumnya bernama Parangndog namun karena lokasi sering digunakan untuk kegiatan Paralayang maka orang umum sering menamakan bukit tersebut sebagai Bukit Paralayang. Jadi, tidak usah bingung antara Parangndog dan Paralayang. Sama kok.

Cara menuju destinasi tidaklah sulit, cukup lurus terus dari arah Pantai Parangtritis kemudian belok kanan menuju arah bukit Paralayang saat mencapai pertigaan. Pertigaan ini bisa dicapai setelah kontur jalan yang sebelumnya datar menjadi menanjak. Tidak perlu khawatir tentang kondisi jalannya, sudah mulus dan aman, hanya saja ada beberapa tempat yang tanjakannya cukup ekstrem, perlu skill khusus untuk menaklukannya terutama bagi mereka yang ingin menuju destinasi dengan kendaraan mobil. Lama waktu yang dibutuhkan menuju lokasi sekitar 10-15 menit tergantung kecepatan.

Tempat parkir sudah disediakan oleh pengelola yang sekaligus membuka warung kecil yang menjual makanan seperti mi goreng dan nasi goreng juga minuman ringan. Harga tiket parkir mobil adalah sebesar Rp10.000 yang harus dibayar dimuka. Ada yang konyol dengan sistem parkir disini. Ada spanduk tertulis yang menyebutkan jika parkir diatas pukul 5 maka pihak pengelola parkir tidak bertanggung jawab. Lucu yah.

Setelah dari tempat parkir pengunjung harus berjalan kaki menaiki sebuah bukit kecil yang cukup terjal selama 3-5 menit. Pemandangan hamparan Samudra Hindia dan Pantai Parangtritis sudah memanjakan mata Anda saat menaiki bukit ini.

Sesampainya di puncak siap-siaplah untuk berdecak kagum! Indah sekali pemandangannya. Di depan mata adalah hamparan samudra biru yang membentang luas, lalu Pemandangan Pantai Parangtritis yang ternyata jauh lebih bagus bila dilihat dari atas dan sebelah kanan Pantai Parangtritis adalah hamparan hutan lebat yang hijau menyejukan mata. Kombinasi perpaduan warnanya cukup unik. Biru-hitam/coklat/Hijau. Semua wisatawan asing yang saya ajak ke tempat ini selalu mengatakan WOW!

Bila ingin mendapatkan sensasi menyeluruh menyaksikan matahari terbenam ini datanglah pukul 5 sore. Kalian akan menyaksikan keunikan perubahan cahaya matahari yang terus berubah sampai pertunjukan matahari terbenam berakhir. Gradasi warna dilangitnya amat cantik. Pertunjukan matahari terbenam ini akan berakhir pukul 6 sore.

Kalau kalian bingung tentang aktivitas apa yang harus dilakukan terlebih dahulu agar nggak boring menunggu di pantai sampai sore kalian bisa coba kombinasi tempat wisata ini yang kemarin saya lakukan bersama tamu wisatawan India: Eksplor Kota Jogja (Keraton-Taman Sari) hingga pukul 1 siang, lalu main sebentar ke Pantai Parangtritis pukul 2-3. Kemudian bermain Sanboarding di Gumuk Pasir Parangkusumo sampai pukul 4.40 sore.

Bagi kalian yang memiliki kocek tebal dan ingin merasakan sensasi yang tak akan pernah terlupakan. Maka jangan cuma sewa jasa tandem dengan paralayang biasa yang cuma bisa bertahan 15-20 menit tapi sewalah jasa tandem paralayang dengan mesin. Sensasinya jauh lebih joss. Bayangkan: elihat matahari dengan cara terbang diatas samudra lebih dari 40 menit berputar-putar yang bikin iri semua para pengunjung bukit paralayang.